Sektor Pertambangan Indonesia Mulai Beralih ke Teknologi Rendah Emisi

JAKARTA – Industri pertambangan Indonesia kini makin gencar mengadopsi teknologi efisien dan ramah lingkungan demi menekan emisi karbon serta menghemat energi. Perkembangan sektor pertambangan global yang mengarah pada efisiensi, keamanan, dan keberlanjutan turut memicu produsen alat berat untuk menghadirkan ragam inovasi teknologi rendah emisi.

Salah satu pelaku industri yang aktif merespons tren ini adalah Shandong Heavy Industry Group (SDHI). Wakil Presiden SDHI, Zhang Gengsheng, menyampaikan bahwa tren global menuntut alat berat pertambangan untuk lebih ramah lingkungan, cerdas, dan hemat energi. Karena itu, pihaknya memperkuat investasi dan komitmen di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia, melalui lokalisasi layanan, manufaktur, serta penelitian dan pengembangan (R&D).

“SDHI akan terus memperkuat strategi investasi serta mempercepat proses lokalisasi di Asia Tenggara,” ungkap Zhang dalam keterangannya, Jumat (11/9/2026).

Selain menyediakan alat berat, SDHI memperluas kemitraan dengan lini industri tambang nasional dalam hal pengadaan barang, operasional, hingga dukungan teknis yang disesuaikan dengan kondisi lokal. Jaringan pemasaran dan penyediaan suku cadang juga telah disiapkan di berbagai daerah di Indonesia.

Melalui lima merek di bawah naungannya, SDHI memperkenalkan sejumlah inovasi rendah emisi yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar pertambangan Indonesia:

sumber lestari.kompas.com

 

Artikel Terkait

Jasa Pengurusan IUJP